Jumat, 23 Oktober 2009

Tuntunan Sunnah Ketika Bangun Tidur


Inilah waktu ketika membuka mata untuk memulai hari. Hendaknya kita menyadari bahwa ini merupakan nikmat Allah yang sangat besar. Karena Allah subhanahu wata'ala berkenan mengembalikan ruh ke jasad kita setelah Dia mengambilnya selama kita tidur. Artinya Allah berkenan memanjangkan umur kita, memberikan waktu kepada kita untuk mengumpulkan amal shalih, memperbaiki kesalahan dan mengejar kembali apa-apa yang terluput. Tentu saja ini merupakan nikmat yang benar benar harus kita syukuri. Dan bentuk syukur yang selayaknya kita lakukan adalah dengan meneladani sunnah-sunnah Rasululloh shallallahu'alaihi wasallam, di antaranya yaitu:

Biasakan Bangun Pagi-pagi

Yaitu ketika mendengar adzan subuh berkumandang atau kalo bisa sebelumnya. Jangan menunda nunda bangun, terlebih lagi bagi kaum pria yang di wajibkan mengerjakan shalat subuh berjama'ah di masjid. Sesungguhnya seorang yang terlambat bangun di pagi hari telah terluput dari banyak sekali mashlahat dan manfaat serta menyia-nyiakan waktu yang penuh berkah. Sebab Rasulullah shallallahu'alahi wasallam telah memohonkan keberkahan bagi umatnya di waktu pagi. Shakr al-Ghamidi berkata, Rasulullah shallallahu'alahi wasallam bersabda:
"Ya Allah, berkahilah umatku pada pagi harinya." ( HR.Ahmad (IV/4735), Abu Dawud (2606), At-Tirmidzi (1212), dan ia menghasankannya, Ibnu Majah (2236), serta Ibnu Hibban(4735), silahkan lihat kitab shahihul jami' (1300).)

Apabila Rasulullah shallallahu'alahi wasallam mengirim pasukan atau datasemen maka beliau maka beliau melepasnya pagi hari. Dan Shakr (perawi hadist) adalah seorang pedagang. Ia biasa mengirm dagangannya di pagi hari. Dan ia memperoleh keuntungan dan melimpah ruah hartanya.

Dalam riwayat lain di sebutkan dengan redaksi:
"Di berkati ummatku pada pagi harinya." Lihat shahihul Jami' nomor(2841)


Usaplah Wajah Dengan Telapak Tangan Sebelum Beranjak Dari Tempat Tidur

Tujuannya untuk menghilangkan kantuk dan menghapus bekas-bekas tidur. Itulah yang biasa di amalkan Rasulullah shallallahu'alahi wasallam berdasarkan riwayat Ibnu Abbas radhiallahu'anhu, ia berkata:
"Aku bermalam di rumah bibiku Maimunah radhiallahu'anha ,… kemudian Rasulullah shallallahu'alahi wasallam bangun, lalu beliau mengusap wajah dengan tangannya. Setelah itu beliau membaca sepuluh ayat terakhir surat Ali Imraan." (HR.Al-Bukhari (4570) dan Muslim (763).

Mengusap wajah sesudah bangun tidur ini sangat banyak manfaatnya. Banyak kasus orang-orang jatuh di kamar mandi sesudah bangun dari tidur di sebabkan tidak mengamalkan sunnah Nabi ini, wallahul musta'an.


Jangan Lupa Berdo'a

Diantara dzikir yang shahih di riwayatkan dari Rasulullah shallallahu'alahi wasallam adalah:
"- ((اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ)).
“Segala puji bagi Allah, yang menghidupkan kami setelah mematikan kami dan kepadaNyalah kami dikumpulkan.”1
(HR.Al-Bukhari (6312) dan Muslim (2710).)
- ((اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ عَافَانِيْ فِيْ جَسَدِيْ، وَرَدَّ عَلَيَّ رُوْحِيْ، وَأَذِنَ لِيْ بِذِكْرِهِ)).
“Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kesehatan pada jasadku dan mengembalikan ruhku kepadaku serta mengizinkanku untuk berdzikir kepadaNya.”2
(HR.Tirmidzi (3401) dan ia menghasankannya. Silahkan lihat kitab shahihul jami' (329).)


Bersiwak Dan Cucilah Tangan Tiga Kali

Siwak berfungsi menyegarkan mulut dan menghilangkan bau tak sedap di sebabkan tidur. Ini merupakan bukti ke teladanan Rasulullah shallallahu'alahi wasallam dalam menjaga kebersihan dan kesehatan. Sebagai mana yang di sebutkan dalam hadist:
"Tidaklah beliau tidur kecuali siwak berada di dekat kepalanya. Jika terbangun beliau mulai dengan bersiwak." (HR.Ahmad (II/117). Silahkan lihat kitab shahih al-jami' (4872).)

Demikian pula, bangun tidur jangan lupa cuci tangan tiga kali sebelum sebelum memasukkan tangan ke dalam bejana atau menyentuh benda-benda yang basah atau terhormat. Ini nerupakan adab yang di contohkan oleh Rasulullah shallallahu'alahi wasallam. Karena orang yang tidur kadang-kadang menyeka keringat atau menggaruk badannya. Bahkan terkadang tanpa sadar ia menyentuh kemaluan atau tempat-tempat yang kotor. Oleh karena itu Rasulullah shallallahu'alahi wasallam bersabda dalam sebuah hadist:
"jika salah seorang dari kalian bangun dari tidur, maka janganlah ia menyelupkan tangannya kedalam bejana hingga mencucinya tiga kali. Sesungguhnya ia tidak tahu dimanakah tangannya berada tadi malam." (HR.Al-Bukhari (162) dan Muslim (278).)


Berwudhu' Disertai Intinsyaaq dan Intinsyar Tiga Kali

Intinsyaaq artinya bersungguh-sungguh memasukkan air ke hidung dan Intinsyar adalah mengeluarkannya kembali tiga kali ketika berwudhu. Fungsinya untuk mengusir setan, menghilangkan kantuk dan mengusir rasa malas. Rasulullah shallallahu'alahi wasallam bersabda:
"Jika salah seorang dari kalian bangun dari tidurnya, hendaklah ia berwudhu' dan berintinsyar sebanyak tiga kali, karena sesungguhnya setan bermalam di lubang hidungnya." (HR.Al-Bukhari (3295) dan Muslim (238).)


Jangan Lupa Membereskan Tempat Tidur

Sesungguhnya islam adalah agama yang mengajarkan hidup bersih dan teratur. Dan Allah adalah Dzat yang menyukai keindahan. sulullah shallallahu'alahi wasallam bersabda:
"Allah itu maha indah dan menyukai keindahan." (HR.Muslim (I/65-nomor 275).)

Maka tidak selayaknya seorang muslim meninggalkan tempat tidurnya dalam keadaan acak-acakan, kotor dan berantakan seperti kapal pecah.

Groupnya Para Penuntut 'Ilmu 2

Rabu, 21 Oktober 2009

MENANTI …


abuz zubair.net

Menanti …

Setiap hari kunanti kedatanganmu

Setiap pagi kusambut senyummu

Aku mencarimu,

Berselimut embun bercampur asap

yang ada hanya kepedihan menusuk mata

napas sesak tersedak asap

kugosok mata seolah tak percaya

kian pedih, semakin sedih

oohh .. kiamatkah hari?!!

Kenapa sudah berapa pagi tidak ada matahari?!!

Akhirnya kau datang walau telah siang

Tapi kenapa, kau datang tanpa senyuman

Wajah pucat tidak bercahaya

Asa hilang dalam angkara

Karena ulah manusia

Matahari menyala

Udara dan Bumi membara

Hai manusia, kau sedang melukis bencana

Di darat dan lautan,

Dengan tangan-tangan jahiliyah

Dan kemudian

Binasa dalam siksa

Pekanbaru, Sya’ban 1425 Hijriyah.

Ditulis ketika Pekanbaru diselimuti kabut asap

Apakah Anda Ingin Bahagia?




Apakah Anda Ingin Bahagia?

Semua ingin bahagia

Bahagia di dunia dan akhirat

Tetapi, bagaimana kan mencapai bahagia bila dayung tak berkayuh

Atau bahtera berlayar di daratan kering.

Saudaraku .. buka hati sebelum membuka mata dan telinga

Bacalah seksama, berikut ini beberapa sebab-sebab yang mendatangkan kebahagian dunia dan akhirat,

1. Beriman kepada Allah Ta’ala dan beramal sholeh.

2. Iman kepada Qodho dan Qodhor yang baik maupun buruk.

3. Ilmu syar’i.

4. Memperbanyak dzikrullah dan qiroatul quran.

5. Bersih dan sucikan hati dari penyakit.

6. Berbuat baik kepada manusia.

7. Melihat orang yang dibawahmu dalam urusan dunia dan orang yang di atasmu dalam urusan akhirat.

8. Pendek angan-angan dan impian di dunia dan tidak menggantungkan hati ke dunia serta bersiap-siap untuk kematian.

9. Yakini bahwasanya kebahagian seorang mukmin yang hakiki adalah di akhirat bukan di dunia.

10. Berteman dengan orang yang sholeh.

11. Ketahuilah, bahwasanya gangguan manusia terhadapmu adalah baik bagimu dan buruk bagi mereka.

12. Kata-kata yang baik, dan membalak keburukan dengan kebaikan.

13. Berlindung kepada Allah Azza wa Jalla dan memperbanyak do’a. (Ma’lumaat Jami’ah Qoyyimah hal. (12).

Semoga Allah Ta’ala melimpahkan kepada kita kebaikan dan kebahagian di dunia dan akhirat, amin.

Muhibbukum

Abuz Zubair.net

Senin, 19 Oktober 2009

NASIHAT UNTUK MUSLIMAH


Semoga kedamaian, kesejahteraan senantiasa Allah Subhanahu wa Ta'ala limpahkan untukmu serta rahmat dan berkah-Nya selalu. Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menyanjung para muslimah, mukminah dan para wanita yang sabar nan khusu’ . Allah Subhanahu wa Ta'ala mensifati mereka bahwa mereka adalah wanita-wanita itu yang menjaga diri disaat sang suami keluar sesuai dengan tuntutan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dan tatkala Allah l menyebut sifat-sifat orang-orang yang shalih, Dia Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

Maka Rabb mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): “Sesungguh nya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal diantara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan sebagian yang lain.” (Ali Imran: 195)
Sehubungan dengan bulan (yang mulia) ini (kitab kecil ini ditulis untuk menyambut bulan Ramadlan).. aku hadiahkan padamu wahai pemudi Islam dan wahai hamba Allah (hadiah) berupa pemberian ucapan selamat dengan munculnya bulan yang mulia ini. Seraya mohon untukku dan untukmu ampunan dan taubat yang tulus. Dan terimalah sepercik nasehat dari kami yang aku sajikan dalam sepuluh point:
Pertama: Wanita Muslimah senantiasa beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagai Rabbnya, percaya Muhammad Shallallahu 'alaihi wa Sallam sebagai Nabinya, dan percaya Islam sebagai agamanya. Dan tampak wujud iman itu dalam perkataan, amalan dan I’tiqad. Dia senantiasa waspada, menjauhi murka Allah dan takut pada kepedihan adzab-Nya serta menjauhi apa-apa yang menyelisihi perintah-Nya.
Kedua: Wanita Muslimah senantiasa menjaga shalat lima waktu dengan wudhunya dan khusu’nya serta memperhatikan waktunya. Kesibukan tertentu tidak menjadikan shalat terabaikan. Kesenangan tertentu tidak sampai melalaikan ibadah. Sehingga tampaklah padanya dampak dari penghayatan shalat. Karena sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar. Dan shalat juga merupakan benteng yang besar dari kemaksiatan.
Ketiga: Wanita Muslimah senantiasa menjaga dan memelihara hijab. Merasa senang hati dan mulia dengan busana muslimah itu. Dia tidak keluar kecuali selalu menutup auratnya dan memohon perlindungan AllahSubhanahu wa Ta'ala. Dan dia bersyukur kepadaNya atas kemulian dari Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan hijab tersebut. Allah Subhanahu wa Ta'ala juga telah menjaga dan menginginkan kesucian dirinya. Allah berfirman:

Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke tubuhnya”. (al-Ahzab: 59)
Keempat: Wanita Muslimah senantiasa bersemangat untuk menjalankan ketaatan pada suaminya, bersikap lemah lembut terhadapnya, menyayanginya, dan mendorongnya kepada kebaikan, memberi nasehat kepadanya dan menjadikan sang suami bisa beristirahat. Dia tidak meninggikan suara terhadapnya dan tidak menyakiti dalam kata-kata.
Telah tersebut di dalam riwayat yang shahih bahwa beliau Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda:

Apabila seorang wanita shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadlan dan taat pada suaminya niscaya dia masuk surga Rabbnya. (HR. Ahmad dan Thabarani).
Kelima: Wanita Muslimah senantiasa mendidik anak-anaknya untuk taat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, mengajarkan pada mereka aqidah yang benar, menanamkan pada hati mereka kecintaan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan kecintaan pada Rasul-Nya Shallallahu 'alaihi wa Sallam, serta menjauhkan mereka dari kemaksiatan dan akhlaq yang tercela. Allah berfirman:

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (At-Tahrim:6)
Keenam: Wanita Muslimah tidak bersepi-sepi dengan laki-laki asing (bukan mahram). Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda:

Tidaklah seorang perempuan bersepi-sepi dengan seorang laki-laki kecuali setan menjadi yang ketiganya. (HR. Ahmad, Tirmidzi dan Al-Hakim)
Sehingga dia tidak bepergian tanpa mahram, dan tidak mendatangi pasar-pasar dan tempat-tempat umum kecuali dalam kondisi mendesak sambil memakai hijab, terselimuti dan rapi tertutup.
Ketujuh: Wanita Muslimah tidak menyerupai laki-laki pada perkara yang khusus bagi laki-laki. Sabda RasulullahShallallahu 'alaihi wa Sallam :

Allah melaknat orang laki-laki yang menyerupai wanita dan para wanita yang menyerupai laki-laki. (Hadits shahih).
Dan jangan sampai menyerupai perempuan-perempuan kafir pada ciri khas mereka dalam hal pakaian, gerak-gerik, dan tingkah laku, dan lainnya. Sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam

Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka dia termasuk mereka. (HSR. Ahmad, Abu Dawud dan lainnya)
Kedelapan: Wanita Muslimah sebagai seorang da’i yang menyeru menuju Allah Subhanahu wa Ta'ala di barisan perempuan dengan bahasa yang baik, dengan berkunjung ketetangga, dengan menelpon saudari-saudarinya, dengan kitab-kitab kecil dan kaset-kaset Islami. Dia juga melakukan apa yang ia katakan, dan giat untuk menyelamatkan diri dan saudarinya dari adzab Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam :

Sesungguhnya bila Allah memberikan hidayah kepada satu orang lantaran anda, itu lebih baik bagi anda daripada harta yang termahal. (HSR. Bukhari dan Muslim).
Kesembilan: Wanita Muslimah senantiasa menjaga hatinya dari perkara syubhat (yang samar) dan syahwat serta menjaga matanya dari perkara yang haram. Menjaga telinganya dari musik, perkataan cabul/jorok dan dosa. Menjaga anggota tubuh seluruhnya dari penyimpangan. Dan mengetahui bahwa yang demikian ini adalah taqwa. Sabda Rasulullah (yang artinya):
Malulah kalian kepada Allah dengan sebenar-benarnya. Barangsiapa yang malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya niscaya dia akan menjaga kepala dan apa yang ada di dalamnya dan (menjaga) perut dan apa yang dimuatnya. Dan barangsiapa yang mengingat kematian dan kebinasaan, dia akan meninggalkan perhiasan kehidupan dunia. (HR. Ahmad, Tirmidzi, Hakim).
Kesepuluh: Wanita Muslimah memelihara waktunya agar tidak terbuang sia-sia, menjaga siang hari atau malamnya agar tidak berantakan. Dia menjauhkan diri dari ghibah (menggunjing), namimah (mengadu domba), ataupun mencaci, dan hal-hal yang tidak berguna lainnya. Allah berfirman (yang artinya):
Dan jauhilah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai permainan dan senda gurau dan mereka telah terpedaya dengan kehidupan dunia. (Al-An’am:70)
Allah Ta’ala berfirman tentang kaum yang menyia-nyiakan umurnya, bahwa mereka akan berkata:

Betapa ruginya kami karena apa-apa yang telah kami lalaikan di dalamnya (dunia) (Al-An’am: 31)
Ya Allah... berikan petunjuk kepada pemuda-pemudi Islam menuju apa yang Engkau cintai dan ridhai, dan isilah hati mereka dengan iman. Mudah-mudahan shalawat dan salam tercurahkan kepada nabi kita MuhammadShallallahu 'alaihi wa Sallam.
Majalah As-Sunnah Edisi 09/Th.IV/1421-2000

MenYeLamatKAn ReMaJa DaRi PerGaULaN BeBaS



Hancurnya moralitas remaja saat ini, tampak nya terus menjadi fakta yang layak disesali. Ber bagai aksi asosial dari kalangan remaja telah menja di wacana mengerikan, mulai dari tawuran, free seks, narkoba, perampokan, sampai para pemerko saan yang dilakukan oleh kalangan remaja kita sema kin membenarkan akan begitu parahnya kondisi moralitas remaja kita saat ini. Remaja telah mulai kehilangan kekuataan moralitasnya, sehingga deg radasi moralitas di kalangan mereka sangat sulit untuk diselesaikan. Masalah tersebut, sebenarnya tidak bisa terlepas akibat faktor yang tidak asing lagi di telinga kita, yaitu pergaulan bebas yang ti dak lagi terkontrol.

Pergaulan bebas yang biasanya terjadi di kala ngan remaja, mudah dilakukan, karena pada masa ini, para remaja memiliki kondisi mental dan pemiki ran yang sangat labil, sehingga mudah terjebak pada hal-hal yang tidak baik dilakukan. Kondisi labil tersebut, sangat berpengaruh terhadap kehidu pan remaja, sehingga mereka sangat musah terje bak dengan arus kehidupan yang dihadapinya, se kalipun arus tersebut akan membuat dirinya me nyesal di hari kemudian, termasuk melakukan hal-hal yang abnormal sekalipun. Remaja cenderung tidak pernah menyadari bahwa setiap perilaku asosial dan tanpa etika, akibat dari pergaulan yang dilakukan tanpa kontrol.
Oleh karenanya, ketika pergaualan yang men jadi akar masalah, perlu diupayakan suatu upaya agar remaja dapat menjauhi perbuatan-perbuatan yang tidak baik, sehingga akan tercipta satu model pergaulan yang bahkan akan dapat memberikan dampak nyata terhadap pergaulan. Untuk memutus masalah pergaulan yang tidak baik, yang harus di lakukan adalah mengarahkan kembali pola perga ulan remaja dari pola pergaulan yang tidak berorien tasi pada basis moralitas ke arah pergaulan yang sesuai dengan etika pergaulan, yaitu dengan cara menghindarkan remaja dari pola pergaulan tanpa moral, dengan pola pergaulan dirnana nilai-nilai moral dapat menjadi pegangan pergaulan mereka.
Untuk itulah, guna menyelamatkan remaja dari pergaulan yang tidak terkendali ini, beberapa hal yang mungkin bisa dilakukan, misalnya :
(1) Keluarga harus mamu menjadi pengendali pergaulan remaja dengan ketat. Orang tua dalam hal ini, harus lebih proaktif dalam mengarahkan dan menjadi pengendali bagi para remaja mereka masing-masing, terutama dalam hal menata pergau alan mereka agar lebih santun dan sesuai dengan kaidah-kaidah pergaualan yang bernilai posisitif. Orang tua harus senantiasa mengevaluasu sikap dan gerak gerik pergaualan remaja dalam setiap waktu, orang tua jangan sampai bersikap apatis atas sikap dan pergaulan para remaja mereka, se hingga anak remaja mereka akan menjadi remaja yang dapat terbina dengan baik. Sebab, keluarga (orang tua) pada intinya sebagai institusi terkecil di dalam proses pendidikan anak serta dalam rangka membangun mentalitas remaja, agar tetap terba ngun menjadi remaja yang memiliki mental dan mo ralitas yang kokoh.
(2) Lembaga pendidikan, seperti sekolah dan lembaga-lembaga keagamaa juga harus proaktif dalam mengendalikan masalah pergaualan remaja. Lembaga pendidikan memiliki peran yang sangat signifikan dalam mengantisipasi pergaulan remaja. Lembaga pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai pemberi wawasan mentalitas, tetapi juga harus mampu menjadi pengawas setiap perilaku atau per gaulan-pergaulan yang tidak baik untuk dilakukan oleh para remaja. Dengan kata lain, sekolah juga harus mampu menjadi institusi yang tidak hanya dapat mendidik mereka di dalam kelas, tetapi juga harus mampu mendidik mereka di luar kelas, yaitu pada saat remaja melakukan interaksi dalam ben tuk pergaulan-pergaualan bebas di luar kelas. Seko lah harus dapat memproteksi geraik- geri mereka secara aktif, sehingga pergaualan mereka akan terus bisa dikawal.
Dalam kerangka ini, kerjasama yang baik kedua elernent di atas, baik antara kelurga dan sekolah, sedikit banyak akan melahirkan satu pola pengen dalian dalam rangka mengantisipasi pergaulan-per gaulan remaja yang tidak diharapkan. Karena per gaulan bebas itulah yang menjadi faktor utama terjadinya perilaku-perilaku asosial kalangan rema ja. Sementara remaja adalah aset masa depan yang harus diselamatkan. Mental dan moralitas me reka merupakan harapan bangsa yang harus ber sih, karena merekalah calon-calon pemimpin bangsa ini. Mereka harus diselematkan dari pergaualan bebas dan pergaulan-pergaulan yang tidak mendi dik, karena pergaulan yang bebas, hanya membuat kalangan remaja kita menjadi generasi-generasi yang kehilangan dedikasinya sebagai calon pemim pin.
Hal itu juga dirasakan oleh orang-orang Barat, yang notabene telah berekonomi mapan betapa dampak negatif dari pergaualan bebas ini. Oleh ka rena itu, salah satu hal yang dilakukan oleh orang-orang barat dalam mengantisipasi pergaulan bebas ini adalah dengan cara memisah antara anak-anak puteri dengan laki-laki dalam semua jenjang pendi dikan dan lembaga-lembaga sekolah.
Langkah tersebut tentu saja merupakan salah satu pilihan yang dilakukan oleh orang-orang Barat dalam rangkja mengantisipasi terciptanya pergau lan bebas di kalangan remaja (anak sekolah). Pe misahan antara laki-laki dan perempuan dalam seti ap jenjang lembaga pendidikan, jelas merupajan langkah yang sangat tepat, sehingga pergaulan bebas antara remaja putera dan putri akan dapat terkawal dengan baik, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diharapkan.